
Gangguan perjalanan kereta api akibat banjir di sejumlah wilayah berdampak signifikan terhadap layanan transportasi nasional. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat nilai pengembalian dana tiket kereta (refund) kepada penumpang telah menembus Rp 3,5 miliar dalam periode terdampak bencana tersebut.
Pengembalian dana dilakukan menyusul pembatalan perjalanan, keterlambatan panjang, hingga pengalihan rute akibat jalur rel yang terendam air atau tidak dapat dilalui secara aman. Kondisi ini memaksa KAI mengambil langkah cepat demi menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Jalur Terdampak dan Pembatalan Perjalanan
Banjir dengan intensitas tinggi menyebabkan beberapa jalur kereta utama, terutama di wilayah pantura dan daerah rawan genangan, tidak dapat dioperasikan secara normal. Air yang menggenangi rel berisiko merusak prasarana serta membahayakan operasional kereta.
Akibatnya, sejumlah perjalanan terpaksa dibatalkan atau ditunda hingga berjam-jam, sehingga penumpang diberikan opsi pengembalian dana penuh atau penjadwalan ulang perjalanan tanpa biaya tambahan.
“Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Refund diberikan sesuai ketentuan bagi perjalanan yang terdampak banjir,” ujar perwakilan KAI.
Mekanisme Pengembalian Dana
KAI menjelaskan bahwa proses pengembalian dana dilakukan melalui loket stasiun, aplikasi KAI Access, dan kanal penjualan resmi. Penumpang yang membatalkan perjalanan akibat gangguan banjir berhak mendapatkan pengembalian dana 100 persen di luar biaya administrasi tertentu, sesuai kebijakan darurat.
Lonjakan Klaim Refund
Nilai refund yang mencapai Rp 3,5 miliar menunjukkan tingginya jumlah penumpang terdampak, terutama pada masa libur dan akhir pekan. Lonjakan klaim ini menjadi salah satu yang terbesar akibat gangguan cuaca ekstrem dalam beberapa tahun terakhir.
Selain refund, KAI juga menyediakan layanan informasi real-time untuk memastikan penumpang mengetahui status perjalanan dan Tuna55 alternatif solusi yang tersedia.
Evaluasi dan Antisipasi Ke Depan
KAI menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap titik-titik rawan banjir di sepanjang jalur rel. Upaya antisipasi meliputi peningkatan drainase, penguatan bantalan rel, serta koordinasi intensif dengan instansi terkait seperti BPBD dan BMKG.
Komitmen Menjaga Layanan
Meski mengalami kerugian finansial akibat refund miliaran rupiah, KAI menegaskan komitmennya untuk tetap mengutamakan keselamatan dan pelayanan publik. Perusahaan juga mengimbau penumpang untuk memantau informasi resmi sebelum keberangkatan, terutama saat musim hujan dengan potensi cuaca ekstrem.
Pengembalian dana tiket yang menembus Rp 3,5 miliar menjadi gambaran nyata dampak banjir terhadap sektor transportasi, sekaligus menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur dan sistem layanan yang responsif dalam menghadapi bencana alam.