
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa dua gempa bumi mengguncang wilayah Indonesia pada awal pekan, Senin (19/1/2026). Aktivitas seismik tersebut terjadi di dua wilayah berbeda dan terpantau oleh jaringan pemantauan gempa nasional BMKG sejak dini hari hingga pagi hari.
BMKG memastikan bahwa kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun tetap mengimbau masyarakat agar waspada dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Gempa Pertama Terjadi Dini Hari BMKG
Gempa pertama tercatat terjadi pada dini hari dengan kekuatan magnitudo menengah. Pusat gempa berada di wilayah perairan dan tidak jauh dari zona subduksi aktif yang selama ini memang dikenal rawan gempa.
Getaran gempa dirasakan ringan hingga sedang di beberapa daerah terdekat. Sejumlah warga melaporkan merasakan guncangan singkat yang menyebabkan benda ringan bergoyang, namun tidak sampai menimbulkan kepanikan luas.
BMKG menjelaskan bahwa gempa ini merupakan gempa tektonik akibat aktivitas pergeseran lempeng bumi. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pola pergerakan yang umum terjadi di wilayah tersebut.
Gempa Kedua Guncang Wilayah Berbeda
Beberapa jam berselang, kembali mencatat gempa kedua yang mengguncang wilayah lain di Indonesia. Gempa ini memiliki karakteristik berbeda dengan gempa pertama, baik dari kedalaman maupun lokasi episentrum.
Kedalaman gempa yang tergolong dangkal membuat getaran terasa di sejumlah daerah sekitar pusat gempa. Meski demikian, hingga laporan ini disusun, tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Menegaskan bahwa gempa kedua ini juga tidak berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga masyarakat diminta tetap tenang.
Indonesia di Jalur Cincin Api
Kembali mengingatkan bahwa Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), wilayah dengan aktivitas tektonik dan vulkanik tertinggi di dunia. Kondisi geografis ini membuat gempa bumi menjadi fenomena yang tidak dapat dihindari.
“Gempa adalah bagian dari dinamika alam Indonesia. Yang terpenting adalah kesiapsiagaan masyarakat,” tulis dalam keterangannya.
Aktivitas gempa yang terjadi dua kali dalam satu hari, menurut BMKG, masih tergolong wajar dan tidak menunjukkan peningkatan aktivitas yang mengkhawatirkan.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi resmi melalui kanal TUNA55 dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta untuk memahami langkah-langkah mitigasi gempa, seperti mengetahui jalur evakuasi dan memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman.
Selain itu, BMKG menyarankan agar masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi, meski peluangnya relatif kecil.
“Pastikan informasi yang diterima bersumber dari atau instansi resmi lainnya,” tegas BMKG.
Tetap Waspada di Awal Pekan
Dua kali gempa yang mengguncang Indonesia pada Senin, 19 Januari 2026, menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bencana harus selalu dijaga, kapan pun dan di mana pun. Meski tidak menimbulkan dampak serius, kewaspadaan dan pemahaman mitigasi menjadi kunci untuk meminimalkan risiko di masa mendatang.
memastikan akan terus memantau aktivitas seismik di seluruh wilayah Indonesia dan menyampaikan informasi terbaru secara cepat dan akurat kepada publik.