
Upaya penyelundupan narkoba kembali terungkap di sebuah lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Lampung. Seorang wanita berinisial S diamankan petugas saat hendak memasukkan barang terlarang ke dalam lingkungan lapas. Aksi tersebut berhasil digagalkan setelah petugas melakukan pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan yang bersangkutan.
Petugas mencurigai gerak-gerik pelaku yang terlihat gelisah saat proses pemeriksaan. Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, ditemukan paket kecil berisi narkoba yang disembunyikan dengan rapi agar lolos dari pengawasan.
Fakta Baru di Balik Aksi Nekad Pelaku Lampung
Dijanjikan Upah Rp 1 Juta Sekali Antar
Dalam pemeriksaan awal, terungkap fakta baru yang mengejutkan. Pelaku mengaku nekat melakukan aksi penyelundupan tersebut karena dijanjikan upah sebesar Rp 1 juta untuk satu kali pengantaran. Nominal tersebut dianggap menggiurkan oleh pelaku yang mengaku sedang mengalami kesulitan ekonomi.
Menurut pengakuannya, ia hanya bertugas membawa dan menyerahkan barang sesuai arahan, tanpa mengetahui secara detail jaringan di balik peredaran narkoba tersebut.
Diduga Ada Pihak Lain yang Terlibat
Petugas menduga kuat bahwa pelaku tidak bekerja sendirian. Ada kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk pengendali dari luar lapas maupun penerima barang di dalam lapas. Aparat kini tengah mendalami komunikasi dan riwayat pergerakan pelaku sebelum penangkapan terjadi.
Modus Penyelundupan yang Digunakan
Disamarkan dalam Barang Pribadi
Narkoba yang dibawa pelaku disamarkan dalam barang pribadi agar tidak menimbulkan kecurigaan. Modus ini kerap digunakan karena dianggap lebih aman dan sulit terdeteksi. Namun, kewaspadaan petugas berhasil menggagalkan upaya tersebut sebelum barang masuk ke area dalam lapas.
Langkah Hukum dan Pengembangan Kasus
Terancam Hukuman Berat
Atas perbuatannya, pelaku Tuna55 terancam hukuman berat sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Selain itu, kasus ini akan terus dikembangkan untuk membongkar jaringan narkoba yang memanfaatkan warga sipil sebagai kurir dengan iming-iming bayaran kecil.
Pihak berwenang menegaskan akan meningkatkan pengawasan dan memperketat pemeriksaan guna mencegah kejadian serupa terulang. Kasus ini menjadi peringatan bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius, bahkan hingga ke lingkungan lembaga pemasyarakatan.