You are currently viewing Menkeu Purbaya: IHSG Jatuh Hanya Guncangan Sementara akibat Laporan MSCI

Menkeu Purbaya: IHSG Jatuh Hanya Guncangan Sementara akibat Laporan MSCI

Menkeu Purbaya IHSG Jatuh Hanya Guncangan Sementara

Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir bukanlah sinyal krisis fundamental ekonomi nasional. Menurutnya, penurunan tersebut lebih disebabkan oleh faktor eksternal, khususnya laporan terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang memicu reaksi pasar secara sementara.

Purbaya menyampaikan bahwa pergerakan pasar modal sangat sensitif terhadap sentimen global. Ketika lembaga internasional seperti MSCI merilis laporan atau penyesuaian tertentu, investor cenderung merespons cepat, bahkan sebelum mencerna kondisi riil perekonomian domestik secara menyeluruh.

“IHSG yang turun ini lebih bersifat shock sesaat. Bukan karena fundamental ekonomi kita melemah,” ujar Purbaya dalam keterangannya kepada media.

Laporan MSCI Purbaya Picu Reaksi Investor

Ia menjelaskan bahwa laporan MSCI kerap menjadi acuan utama bagi investor global, terutama bagi pengelola dana besar. Setiap perubahan penilaian, baik terkait bobot saham, klasifikasi pasar, maupun outlook ekonomi, bisa berdampak langsung terhadap arus modal jangka pendek.

Namun demikian, Purbaya menilai respons pasar kali ini cenderung berlebihan. Ia mengingatkan bahwa laporan tersebut tidak serta-merta mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia secara menyeluruh. Banyak indikator domestik justru menunjukkan kinerja yang relatif stabil.

“Investor global biasanya melakukan penyesuaian portofolio secara cepat. Tapi setelah itu, pasar akan kembali menilai berdasarkan data fundamental,” katanya.

Fundamental Ekonomi Dinilai Tetap Solid

Menkeu menegaskan bahwa kondisi makroekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam jalur yang sehat. Pertumbuhan ekonomi terjaga, inflasi relatif terkendali, dan kinerja fiskal masih sesuai dengan target pemerintah.

Selain itu, pendapatan negara dan belanja pemerintah dinilai mampu menopang aktivitas ekonomi, termasuk menjaga daya beli masyarakat. Stabilitas sektor perbankan juga disebut masih kuat, dengan rasio permodalan dan likuiditas yang aman.

“Kalau dilihat dari data fiskal, moneter, dan sektor riil, tidak ada alasan untuk panik. Ini murni soal sentimen,” ujar Purbaya.

Pemerintah Optimistis IHSG Akan Pulih

Purbaya optimistis bahwa IHSG akan kembali menguat seiring meredanya sentimen negatif dan meningkatnya kepercayaan investor. Ia menyebut, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia cukup resilien dalam menghadapi tekanan global.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang prudent serta koordinasi erat dengan otoritas moneter dan regulator pasar keuangan. Langkah-langkah ini diharapkan mampu meredam volatilitas berlebihan di pasar modal Tuna55.

“Kita fokus memastikan ekonomi tetap berjalan baik. Kalau fundamentalnya kuat, pasar akan menyesuaikan dengan sendirinya,” tegasnya.

Imbauan kepada Pelaku Pasar dan Masyarakat

Di akhir pernyataannya, Purbaya mengimbau pelaku pasar dan masyarakat agar tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi jangka pendek. Ia meminta investor untuk melihat kondisi ekonomi secara lebih luas dan rasional.

Menurutnya, dinamika pasar saham merupakan hal yang wajar, terutama di tengah ketidakpastian global. Yang terpenting adalah menjaga kepercayaan terhadap kekuatan ekonomi nasional.

“Jangan panik. Kita sudah beberapa kali menghadapi situasi seperti ini, dan selalu bisa melewatinya,” tutup Purbaya.

Leave a Reply