
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) resmi memulai program peremajaan kawasan The Nusa Dua, Bali.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing pariwisata Bali di tengah perubahan
tren wisata global yang semakin mengarah pada kualitas, keberlanjutan, dan pengalaman premium. Kawasan The Nusa Dua selama
ini dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata terintegrasi terbaik di Indonesia dengan standar internasional.
Peremajaan ini dilakukan seiring meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik pascapandemi, sekaligus
menjawab kebutuhan pembaruan infrastruktur yang telah beroperasi selama lebih dari tiga dekade.
Fokus Peremajaan Infrastruktur dan Tata Kawasan ITDC
Direktur Utama ITDC menyampaikan bahwa peremajaan The Nusa Dua tidak hanya bersifat kosmetik, tetapi menyentuh aspek
fundamental kawasan. Program ini meliputi peningkatan kualitas jalan, pedestrian, sistem drainase, pencahayaan kawasan, serta
penataan lansekap yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Selain itu, ITDC juga melakukan revitalisasi fasilitas umum seperti area publik, ruang terbuka hijau, serta penyesuaian desain
kawasan agar lebih inklusif dan nyaman bagi wisatawan, termasuk penyandang disabilitas. Konsep “green tourism” menjadi salah
satu prinsip utama, dengan mendorong efisiensi energi, pengelolaan sampah terpadu, dan penggunaan material ramah lingkungan.
Dorong Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan
Peremajaan kawasan The Nusa Dua sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong pariwisata berkualitas
(quality tourism). ITDC menargetkan wisatawan dengan lama tinggal lebih panjang dan belanja lebih tinggi, sehingga
memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal.
Dengan pembaruan kawasan, ITDC berharap The Nusa Dua tetap menjadi destinasi pilihan untuk penyelenggaraan event
berskala internasional seperti konferensi, pameran, hingga kegiatan olahraga dan hiburan. Hal ini diyakini dapat memperkuat
posisi Bali sebagai pusat MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) di kawasan Asia Pasifik.
Libatkan Pelaku Lokal dan UMKM
Dalam proses peremajaan, ITDC juga menegaskan komitmennya untuk melibatkan pelaku usaha lokal dan UMKM. Kehadiran
UMKM diharapkan dapat memperkaya pengalaman wisata melalui produk kerajinan, kuliner khas Bali, serta atraksi budaya yang autentik.
Pendekatan ini tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi pariwisata dirasakan secara lebih
merata oleh masyarakat sekitar. ITDC menilai kolaborasi dengan komunitas lokal Tuna55 menjadi kunci keberlanjutan pengelolaan destinasi wisata.
Optimisme Dongkrak Daya Saing Bali
Melalui program peremajaan The Nusa Dua, ITDC optimistis pariwisata Bali akan semakin kompetitif di tingkat global.
Kawasan yang lebih modern, hijau, dan berkelas diharapkan mampu menarik wisatawan berkualitas sekaligus menjaga citra Bali
sebagai destinasi unggulan dunia.
ITDC menegaskan bahwa peremajaan ini merupakan investasi jangka panjang untuk memastikan The Nusa Dua tetap relevan,
adaptif, dan berkontribusi signifikan terhadap pemulihan serta pertumbuhan pariwisata nasional.