Perjalanan karier Cesc Fabregas memasuki babak berbeda saat ia menerima tantangan melatih Como di Italia. Mantan pengatur serangan tim nasional Spanyol itu kini menanggalkan peran sebagai pemain, bertransformasi menjadi otak strategi dari sisi lapangan.
Sejak resmi dipercaya sebagai pelatih pada Juli 2024, Fabregas langsung menghadirkan kejutan. Di bawah arahannya, Como tampil berani dan konsisten di Serie A, bahkan mampu bersaing dengan klub-klub mapan di papan atas.
Saat ini, Como bertengger di posisi keenam klasemen sementara. Jarak mereka dengan zona Liga Champions hanya terpaut empat poin—sebuah capaian yang sebelumnya nyaris tak terbayangkan bagi klub yang baru promosi.
Kesuksesan tersebut tentu bukan hasil instan. Fabregas menapaki proses panjang bersama Como sejak Serie B, membangun fondasi tim secara bertahap hingga menjelma sebagai kandidat kuat tiket kompetisi Eropa. Reputasinya sebagai pelatih muda potensial pun terus meroket.
Keyakinan Hazard terhadap Masa Depan Cesc Fabregas
Salah satu sosok yang mengikuti perkembangan Fabregas dengan antusias adalah Eden Hazard. Mantan rekan setimnya itu menilai Fabregas memiliki paket lengkap untuk menjadi pelatih elite di masa depan.
Menurut Hazard, pengalaman panjang Fabregas bermain di level tertinggi Eropa menjadi modal krusial. Pemahaman taktik, kecerdasan membaca permainan, serta kecintaannya pada sepak bola membuat proses transisi ke dunia kepelatihan berjalan mulus.
Hazard bahkan menyebut potensi Fabregas berada di atas rata-rata pelatih muda seusianya. Ia percaya puncak karier kepelatihan Fabregas masih terbentang luas di depan mata.
Dalam wawancaranya bersama Gazzetta dello Sport, Hazard mengungkapkan keyakinannya, yang kemudian dikutip oleh Goal. Ia menyebut Fabregas sebagai salah satu gelandang terbaik sepanjang masa dan meyakini takdir serupa menantinya sebagai pelatih.
Mimpi Hazard: Fabregas Menangani Chelsea
Nama Chelsea pun tak luput dari pembicaraan Hazard. Klub asal London tersebut dinilai memiliki ikatan emosional kuat dengan Fabregas, meski sang pelatih pernah lama membela Arsenal.
Walaupun Chelsea kini telah menunjuk pelatih baru pasca kepergian Enzo Maresca, Hazard merasa kisah Fabregas dengan The Blues belum sepenuhnya berakhir. Ia melihat peluang Fabregas kembali ke Stamford Bridge, kali ini sebagai juru taktik utama.
Hazard menilai pengetahuan Fabregas tentang budaya dan tuntutan Chelsea menjadi nilai tambah yang besar. Baginya, Fabregas memahami betul apa yang dibutuhkan untuk sukses di klub tersebut.
“Ia mencintai sepak bola dan memahami segalanya tentang tempat ini. Saya penggemar Chelsea dan tentu menginginkan yang terbaik untuk klub. Karena itu, saya bermimpi melihat Cesc duduk di bangku cadangan sebagai pelatih, sementara saya menyaksikannya dari tribun,” tutup Hazard penuh harap bersama Tuna55