Ramadhan 2026 menjadi momen yang dinanti umat Islam di Indonesia. Selain sebagai bulan ibadah, penetapan awal Ramadhan selalu menarik perhatian karena adanya perbedaan metode penentuan kalender hijriah. Di Indonesia, rujukan utama datang dari pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah. Ketiganya memiliki pendekatan berbeda, sehingga jadwal awal Ramadhan terkadang tidak selalu sama.
Pentingnya Penetapan Awal Ramadhan
Penentuan awal Ramadhan sangat krusial karena menjadi dasar pelaksanaan ibadah puasa, tarawih, hingga penetapan Idulfitri. Perbedaan metode bukanlah hal baru dan telah menjadi bagian dari dinamika umat Islam di Indonesia. Yang terpenting, perbedaan ini tetap dilandasi dalil syariat dan pendekatan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Jadwal Ramadhan 2026 Versi Pemerintah
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan awal Ramadhan menggunakan metode hisab dan rukyat. Hisab digunakan sebagai perhitungan awal, sementara rukyat (pengamatan hilal) menjadi penentu akhir melalui sidang isbat.
Berdasarkan kalender resmi pemerintah, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Namun, kepastian tanggal tersebut tetap menunggu hasil rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik pengamatan di Indonesia dan diumumkan melalui sidang isbat.
Jadwal Ramadhan 2026 Versi NU
Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama berpegang pada metode rukyatul hilal bil fi’li, yaitu melihat hilal secara langsung di lapangan. Hisab digunakan sebagai pendukung, bukan penentu utama.
Jika hilal berhasil terlihat sesuai kriteria NU, maka awal Ramadhan 2026 kemungkinan besar akan sama dengan keputusan pemerintah, yakni sekitar 17 Februari 2026. Namun, apabila hilal tidak terlihat, NU dapat mengistikmalkan bulan Syaban menjadi 30 hari, sehingga awal Ramadhan berpotensi mundur satu hari.
Jadwal Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah
Berbeda dengan NU dan pemerintah Tuna55, Muhammadiyah menggunakan metode Dari hisab hakiki wujudul hilal. Dalam metode ini, selama hilal sudah wujud di atas ufuk meski belum terlihat, maka bulan baru sudah dimulai.
Berdasarkan perhitungan hisab Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Karena metode hisab bersifat pasti dan konsisten, Muhammadiyah biasanya mengumumkan jadwal Ramadhan jauh hari sebelumnya tanpa menunggu rukyat.
Menyikapi Perbedaan Jadwal Ramadhan
Perbedaan penetapan awal Ramadhan adalah bagian dari khazanah keilmuan Islam. Umat Islam di Indonesia diimbau untuk saling menghormati keputusan masing-masing, baik mengikuti pemerintah, NU, maupun Muhammadiyah. Yang terpenting adalah menjaga persatuan, kekhusyukan ibadah, dan semangat Ramadhan itu sendiri.
Dengan memahami perbedaan metode dan jadwal Ramadhan 2026, umat Islam dapat mempersiapkan diri secara spiritual dan sosial untuk menyambut bulan suci dengan penuh kedamaian dan kebersamaan.