You are currently viewing Kronologi Kecelakaan KA di Tebing Tinggi: Avanza Terseret 300 Meter, 9 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan KA di Tebing Tinggi: Avanza Terseret 300 Meter, 9 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan KA di Tebing Tinggi: Avanza Terseret 300 Meter, 9 Orang Tewas

Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, ketika sebuah mobil Toyota Avanza tertabrak kereta api dan terseret sejauh kurang lebih 300 meter. Insiden memilukan ini menyebabkan sembilan orang meninggal dunia, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa tersebut kembali menyoroti bahaya perlintasan sebidang yang tidak dilengkapi sistem pengaman memadai.

Kecelakaan terjadi saat kereta api melaju dengan kecepatan tinggi dan mobil berisi satu keluarga tersebut mencoba melintasi rel. Benturan keras tidak terhindarkan dan langsung menghancurkan sebagian besar bodi kendaraan.

Detik-Detik Terjadinya Kecelakaan

Berdasarkan keterangan saksi mata, mobil Avanza melintas di perlintasan sebidang yang tidak dijaga. Saat itu, kereta api datang dari arah yang sama dengan kecepatan tinggi. Diduga pengemudi tidak menyadari keberadaan kereta atau salah memperkirakan jarak dan kecepatan laju kereta.

Dalam hitungan detik, kereta api menghantam sisi mobil hingga kendaraan tersebut terseret sepanjang rel. Suara benturan keras mengagetkan warga sekitar yang langsung berhamburan menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan.

Avanza Terseret Ratusan Meter

Akibat tabrakan tersebut, mobil Avanza terseret sejauh sekitar 300 meter sebelum akhirnya terlepas dari badan kereta. Kondisi kendaraan rusak parah dan nyaris tidak berbentuk, menandakan kerasnya benturan yang terjadi.

Petugas dan warga yang tiba di lokasi menemukan para penumpang dalam kondisi mengenaskan. Beberapa korban terlempar keluar kendaraan, sementara lainnya terjepit di dalam mobil yang ringsek.

Proses Evakuasi dan Penanganan Korban

Tim gabungan dari kepolisian, petugas PT KAI, BPBD, serta tenaga medis segera melakukan proses evakuasi. Korban meninggal dunia langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk proses identifikasi, sementara korban luka mendapatkan penanganan medis intensif.

Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi kendaraan yang hancur dan posisi korban yang sulit dijangkau. Jalur kereta sempat ditutup sementara untuk kelancaran evakuasi dan olah tempat kejadian perkara.

Dugaan Penyebab Kecelakaan

Pihak kepolisian menyatakan kecelakaan diduga kuat terjadi akibat kelalaian pengemudi yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu. Selain itu, minimnya rambu peringatan dan tidak adanya penjaga perlintasan turut menjadi faktor yang memperbesar risiko kecelakaan.

Meski demikian, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan apakah ada faktor teknis lain yang turut berperan, termasuk kondisi kendaraan dan kepatuhan prosedur operasional kereta api.

Respons PT KAI dan Pemerintah Daerah

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya para korban Tuna55. Pihak KAI kembali mengingatkan masyarakat agar selalu mendahulukan perjalanan kereta api dan berhenti, melihat, serta mendengar sebelum melintasi rel.

Pemerintah daerah juga menyatakan akan mengevaluasi seluruh perlintasan sebidang di wilayah Tebing Tinggi. Upaya penambahan rambu, palang pintu, dan penjaga perlintasan menjadi salah satu langkah yang akan diprioritaskan.

Peringatan Keselamatan bagi Pengguna Jalan

Tragedi ini menjadi pengingat keras akan bahaya perlintasan kereta api yang tidak dijaga. Kereta api tidak dapat berhenti mendadak, sehingga pengguna jalan wajib memastikan kondisi aman sebelum melintas.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintasi rel meski merasa jarak kereta masih jauh. Satu kesalahan kecil dapat berujung pada kehilangan banyak nyawa, seperti yang terjadi dalam kecelakaan KA di Tebing Tinggi ini.

Leave a Reply