
Insiden dugaan keracunan gas yang menimpa lima orang di sekitar kawasan tambang sempat menggegerkan masyarakat. Kelima korban dilaporkan harus mendapatkan perawatan medis akibat mengalami gangguan pernapasan dan pusing setelah diduga terpapar gas berbahaya.
Menanggapi kejadian tersebut, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memastikan bahwa kelima orang yang sempat dirawat bukan merupakan karyawan tambang. Perusahaan menegaskan tidak ada pekerja internal yang menjadi korban dalam peristiwa ini.
Kronologi Singkat Kejadian Keracunan Gas
Berdasarkan informasi awal, lima orang tersebut ditemukan dalam kondisi lemas dan mengalami sesak napas di sekitar area pemukiman yang berdekatan dengan wilayah operasi tambang. Warga setempat kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang dan petugas medis, yang segera melakukan evakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.
Para korban mendapatkan perawatan intensif dan observasi untuk memastikan kondisi mereka stabil. Hingga saat ini, sebagian korban dilaporkan telah menunjukkan perbaikan kondisi kesehatan.
Pernyataan Resmi Antam
Antam melalui pernyataan resminya menegaskan bahwa insiden tersebut tidak melibatkan karyawan maupun aktivitas operasional perusahaan. Antam juga menyatakan telah menjalankan prosedur keselamatan kerja sesuai standar dan terus melakukan pemantauan lingkungan secara rutin.
Perusahaan menyatakan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Penyelidikan Masih Berjalan
Pihak kepolisian dan dinas terkait saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap sumber gas yang diduga menjadi penyebab keracunan. Tim gabungan juga melakukan pemeriksaan kualitas udara di sekitar lokasi kejadian.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan melaporkan apabila menemukan gejala serupa atau mencurigai adanya potensi bahaya di lingkungan sekitar.
Dampak dan Imbauan
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan lingkungan dan keselamatan masyarakat Tuna55 di sekitar kawasan industri dan pertambangan. Pemerintah daerah menekankan pentingnya koordinasi antara perusahaan, aparat, dan warga untuk meminimalkan risiko kejadian serupa di masa depan.
Warga sekitar diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala seperti pusing, mual, atau sesak napas.
Komitmen Keselamatan
Antam menegaskan komitmennya untuk menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat sekitar area operasional. Perusahaan menyatakan akan terus memperketat pengawasan dan melakukan evaluasi berkala terhadap sistem keselamatan dan lingkungan.
Dengan klarifikasi bahwa korban bukan karyawan tambang, Antam berharap masyarakat tetap mendapatkan informasi yang akurat dan tidak terpengaruh oleh spekulasi. Proses penyelidikan diharapkan dapat segera mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut demi keamanan bersama.