You are currently viewing Menbud Nilai Pemanfaatan Kawasan Candi Jabung Jadi Kunci Pelestarian

Menbud Nilai Pemanfaatan Kawasan Candi Jabung Jadi Kunci Pelestarian

Menbud Nilai Pemanfaatan Kawasan Candi Jabung

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan bahwa pelestarian situs cagar budaya tidak cukup hanya dengan

perlindungan fisik dan status hukum semata. Menurutnya, pemanfaatan kawasan secara tepat dan berkelanjutan justru

menjadi kunci utama agar warisan budaya tetap hidup dan relevan bagi masyarakat masa kini. Hal tersebut disampaikan

Menbud saat meninjau kawasan Candi Jabung, salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur tinggi.

Menbud Candi Jabung sebagai Warisan Sejarah Majapahit

Candi Jabung dikenal sebagai bangunan suci bercorak Buddha yang dibangun pada abad ke-14. Terletak di Kabupaten

Probolinggo, Jawa Timur, candi ini memiliki ciri khas material bata merah serta relief yang menggambarkan kehidupan

dan kepercayaan masyarakat pada masa Majapahit. Menbud menilai, keberadaan Candi Jabung bukan hanya penting

sebagai objek wisata sejarah, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan dan identitas budaya bangsa.

“Candi ini adalah bukti kejayaan peradaban masa lalu. Jika hanya dipagari dan dijaga tanpa dimanfaatkan secara bijak,

maka ia akan terputus dari kehidupan masyarakat,” ujar Menbud dalam keterangannya.

Pemanfaatan Kawasan untuk Edukasi dan Budaya

Menbud menekankan bahwa pemanfaatan kawasan Candi Jabung harus diarahkan pada kegiatan edukatif, riset, dan kebudayaan.

Program seperti tur sejarah berbasis pemandu lokal, kegiatan belajar luar ruang bagi pelajar, hingga festival budaya dinilai mampu

meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pelestarian cagar budaya.

Ia juga menyoroti peran teknologi digital dalam mendukung pemanfaatan tersebut, seperti penyediaan informasi interaktif,

dokumentasi digital relief, serta promosi melalui platform daring. Dengan pendekatan ini, generasi muda diharapkan lebih

tertarik untuk mengenal dan menjaga peninggalan sejarah.

Keterlibatan Masyarakat Lokal

Salah satu poin penting yang disampaikan Tuna55 adalah keterlibatan aktif masyarakat sekitar. Menurutnya, warga lokal harus

menjadi subjek utama dalam pengelolaan kawasan candi, bukan sekadar penonton. Pelibatan ini dapat berupa pemberdayaan

ekonomi kreatif, seperti pengembangan produk UMKM berbasis budaya, pelatihan pemandu wisata, hingga pengelolaan acara seni tradisional.

“Jika seluruh masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung, mereka akan menjadi garda paling terdepan dalam menjaga

dan melestarikan cagar budaya ini,” kata Menbud.

Menjaga Keseimbangan Pelestarian dan Pemanfaatan

Meski mendorong pemanfaatan, Menbud mengingatkan agar seluruh aktivitas tetap mengedepankan prinsip konservasi.

Setiap program harus memperhatikan daya dukung kawasan, keaslian struktur, serta nilai sakral situs. Pemerintah, akademisi,

dan komunitas budaya diharapkan dapat berkolaborasi untuk merumuskan kebijakan yang seimbang antara pelestarian dan pemanfaatan.

Dengan pendekatan tersebut, Menbud optimistis kawasan Candi Jabung tidak hanya terjaga secara fisik, tetapi juga terus

hidup dalam ingatan dan aktivitas budaya masyarakat, menjadikannya warisan yang lestari bagi generasi mendatang.

Leave a Reply