You are currently viewing Skandal PPDS Unsri, Mahasiswa Diduga Jadi Korban Bully dan Pemerasan SeniorDugaan Bully dan Pemerasan di Lingkungan PPDS

Skandal PPDS Unsri, Mahasiswa Diduga Jadi Korban Bully dan Pemerasan SeniorDugaan Bully dan Pemerasan di Lingkungan PPDS

Skandal PPDS Unsri, Mahasiswa Diduga Jadi Korban Bully dan Pemerasan SeniorDugaan Bully dan Pemerasan di Lingkungan PPDS

Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya (Unsri) tengah disorot publik setelah muncul pengakuan dari sejumlah mahasiswa yang mengaku menjadi korban bully dan pemerasan oleh senior. Dugaan praktik intimidasi ini memicu keprihatinan terhadap iklim pendidikan di lingkungan akademik kedokteran.

Seorang mahasiswa yang meminta identitasnya disamarkan mengatakan bahwa tekanan yang dialami bukan sekadar kritik akademik, tetapi sudah masuk ranah intimidasi psikologis. “Tugas-tugas yang didelegasikan kepada kami cenderung tidak selaras dengan keseimbangan beban kerja yang seharusnya. Jika menolak, kami diancam atau dipermalukan di depan teman-teman,” ujarnya.

Praktik Pemerasan Diduga Sistematis ( PPDS )

Selain intimidasi verbal, mahasiswa juga mengaku menjadi sasaran pemerasan finansial. Beberapa senior diduga meminta uang atau fasilitas tertentu sebagai syarat “perlindungan” atau kelancaran kegiatan akademik. Dugaan ini belum menyasar seluruh senior, tetapi praktik seperti ini diduga berlangsung secara sistematis dalam lingkup tertentu.

Respons Pihak Kampus

Menanggapi isu ini, pihak Unsri menyatakan telah menerima laporan awal dan berkomitmen melakukan investigasi internal. “Laporan tersebut telah kami terima dengan baik, dan langkah-langkah penelusuran faktual sedang berjalan sesuai prosedur. Setiap pelanggaran etika akan ditindak tegas,” ujar Rektor Unsri melalui siaran pers.

Perlindungan dan Saluran Pelaporan

Kampus juga mengimbau mahasiswa untuk melaporkan setiap bentuk intimidasi atau pemerasan melalui saluran resmi Tuna55. Unsri menegaskan akan memberikan perlindungan bagi mahasiswa yang bersedia menjadi saksi dalam investigasi, termasuk pendampingan psikologis bagi korban yang terdampak.

Dampak bagi Pendidikan dan Moral Mahasiswa

Kasus ini menimbulkan keprihatinan karena dapat memengaruhi iklim pendidikan dan moral mahasiswa kedokteran. Pengamat pendidikan menekankan perlunya penerapan kode etik yang ketat dan pengawasan lebih intensif terhadap hubungan senior-junior di program spesialis.

Langkah Selanjutnya

Pihak kampus berkomitmen menyelesaikan kasus ini secara transparan. Hasil investigasi diharapkan diumumkan dalam beberapa minggu ke depan, sebagai bentuk akuntabilitas dan upaya menjaga kepercayaan publik terhadap Unsri sebagai institusi pendidikan tinggi.

Dengan langkah ini, diharapkan korban mendapat keadilan, dan praktik intimidasi serta pemerasan di lingkungan akademik dapat diminimalkan.

Leave a Reply